Floating Market Lembang

Postingan hari ini bukan galau lagi. Yups, tentang jalan-jalan kemarin. Floating Market yang ada di lembang.
Mungkin awal inspirasinya itu mirip ama pasar terapung di Banjarmasin. Penjual menjajakan jualanannya menggunakan perahu dan kita membeli di pinggirannya. Agak-agak mirip, cuma karena ini untuk wisata, jadi ga dibuat persis kayak pasar terapung.


Pemandangan Pada Saat Pertama Pintu Masuk

Suasana di tempat makan Floating Market. Rameeeeee






Salah dua perahu-perahu buat menjajakan makanan
Saking deketnya ama alam, ada angsa yg nyamber ikut "makan bersama"
Ini salah satu tempat berteduhnya angsa
Ada ATM BCA juga, Jd ga usah khawatir buat yg kebisan duitnya
Oya, coinnya ga difoto lupa. Hehehe Saking kalap liat makanan serba ada. Harga makanan disana (7 September 2013) makanan berat 25-30rb. Makanan cemilan dan ringan 10-20rb.


Sekedar saran, mendingan dateng agak sorean biar ga panas. Soalnya Bandung sekarang ga sedingin dulu.


Happy vacation :D

Posted by
The Corner of Me

More

Worst Ramadhan Ever

Puasa itu menahan segalanya. Makan minum amarah. Dan yang paling susah itu menahan amarah.
Ramadhan sekarang begitu banyak cobaan datang yang mampir dan ga pergi2. Dari awal sampai nyaris di penghujungnya. Entah apa yang Allah rencanakan. Entah apa yang Allah inginkan. Dan entah apa yang Allah ingin aq petik dari sini.
Mungkin Allah ingin lebih dekat. Mungkin Allah ingin memohon dan memohon lagi. Mungkin Allah ingin kita lebih kuat. Mungkin Allah ingin kita lebih dewasa. Mungkin Allah ingin kita lebih sabar. Mungkin Allah ingin kita lebih tenang. Dan segala kemungkinan.
Allah juga mungkin ingin kita naik kelas. Atau Allah pengen kasih sesuatu tapi ga mudah jalannya.

Begitu berat minggu-minggu ini. Kata maliq: Jd mulai sekarang cobalah tetap senang saat cobaan datang karena itu selalu datang dan hilang seperti hari siang dan malam.

Bahkan kartini pun bilang: habis gelap terbitlah terang.

Berusaha tetap positif. Berusaha tetap kuat walaupun rapuh. Berusaha tetap senyum walaupun menangis dalam hati.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Posted by
The Corner of Me

More

Pikir dahulu sebelum melakukan perjodohan dg paksaan

Emang bukan jaman siti nurbaya lagi. Tapi apa masih ada yg dijodohin demi keluarga? Ya, masih ada.
Milih suami itu kayak milih sayuran di pasar. Ada uletnya ga, ada yg busuk ga, masih seger ga, tapi klo udah kuning dikit ga apa2 lah. Ntr juga dimasak jadi enak.
Tapi ketika kita udah ga punya pilihan, semua memaksakan menikah karena alasan umur, omongan orang, derajat orang tua, dan kemurnian keturunan apakah boleh? Tanpa melihat apakah anak bahagia? Ohhh, itu urusan belakangan. Orang tua kita juga jodohin kita dulu, buktinya langgeng2 aja.
Lah emang semua orang sama? Emang salah kalo kita paling ga suka dulu ama calon suami? Emang ga boleh kalo kita cari sendiri? Apa selalu pilihan kita itu melulu jelek? Apa selalu pilihan orang tau itu selalu baik? Apa salah kalo kita pengen suami yg lebih dari kita? Apa itu terlalu muluk? Apa kita ga boleh punya keinginan suami kita bisa jadi orang yang kita hargai, cintai, dan bukan karna paksaan? Apa kita bener2 ga bisa milih? Bukannya Allah janji bakalan kabulin doa kita kalo kita minta? Kenapa org tua tetap memaksakan kehendaknya demi segala macamnya? Apa mereka ga percaya jodoh rejeki mati lahir itu Allah yg nentuin? Bukannya mereka udah takabur dengan memaksakan dan yakin kalau anaknya berjodoh walaupun terpaksa? Bukannya rasulullah mengharamkan anak menikah tanpa ijin anak tersebut? Apa mereka tidak cukup mengerti? Apa yang ada di pikiran mereka? Gimana kalo tetep dipaksakan? Bukannya cerai itu hal yang Allah benci? Tapi kenapa masih mau dipaksakan? Tidakkah mereka berfikir apa yang anak rasakan? Tidakkah mereka berfikir dengan sehat? Bukankah itu cara setan supaya Allah benci dg apa yg kita lakukan?

Published with Blogger-droid v2.0.10

Posted by
The Corner of Me

More

Into the darkness

Pernah ga sih ngrasa kita sendirian, ga ada yang bisa dan mau nolong, ga ada yang ngerti, semua jalan buntu, ga ada pikiran positif, hidup kok susah bangeet?
Ya. Ga sampe nyobain bunuh diri, cuma udah terlintas di kepala, sekitar bulan januari-februari 2013. Tujuan hidup apa sih? Kenapa begitu banyak cobaan datang silih berganti? Apa sih maksudnya? Kenapa begini? Kenapa begitu?

Ok, kita flash back, Kenapa dulu berfikir pengen bunuh diri? Ketika kita harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain dan tanggung jawab yang bergantung pada hidup mati seseorang. I think it's a big thing. Walaupun yang ngelakuin kesalahan sepertinya ngrasa ga masalah -__- dan ga menyesal udah ngelakuin kesalahan itu. Oke. Anggap aja ngerti itu masalahnya. Terus pada saat yang sama yang biasanya kita punya sandaran, tempat keluh kesal, tiba-tiba memutuskan untuk pergi dari hidup kita tanpa alasan yang jelas. Di saat yang sama juga ada paksaan untuk melakukan sesuatu yang kita ga suka, ga mau, ga rela. What a great life right??? Hahahaha
Waktu itu sampe ga bisa makan dari jumat-senin. Cuma bisa minum dan itu pasti muntah lagi. Itu pasti tanda-tanda stres akut. Ga mens bisa sampe berbulan-bulan, rambut rontok, dan ga banyak makanan yang bisa masuk banyaknya keluar.


Trus kenapa ga jadi?
Teman2 terdekat yang bikin akhirnya memutuskan untuk ilangin niat (thanx thia frita). Terus mikir juga masa di dunia menderita di akhirat juga kudu menderita.

Sekarang. Ga mikir bunuh diri lagi, tapi mau kabur dari sini. Pergi jauh-jauh dari sini. Buka peta. Tunjuk 1 negara. Googling. Cari kerjaan disana. Apply. Kalo gagal, ulangi lagi.

Tapi apa nyelesein masalah? It doesn't. Cuma pengen kabur. Pengen di dunia yang beda, di dunia yang ada yang kenal, di dunia yang kita kenal, di dunia yang jauh di luar dugaan kita.

Kenapa mesti kabur sih? Emang ga sedih jauh dari orang tua. Hmmm entah. Udah beberapa taun ini menahan segalanya di otak. Mencoba untuk tetap berdiri tegar, mencoba untuk sok baik-baik aja, mencoba untuk berjalan, mencoba dan terus mencoba. Tapi dalam hati paling dalam nyeseknya masya Allah.

Coba konsultasi ama orang-orang terdekat, tanya solusi dari masalah kita, tapi yaaa gitu aja. No solution. Just make them know what i feel. I hate that.

Jadi kepikiran juga, mungkin itu salah satu penyebab kenapa taun sekarang banyaaak bgt baju, clana, sepatu warna abu, item, biru dongker. Jaraaaaang bgt yang warna. Suasana hati kita berbanding lurus dengan fashion yang kita pakai.

Intinya, taun ini jadi taun yang penuh dengan kata-kata MARRIED, HOW TO FIND MR. RIGHT, DESTINY, INSECURE aka GALAU, dan loneliness.

Posted by
The Corner of Me

More

About me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / JusT α LittLe Spot of Dinar

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger